PBVSI Kabupaten Mempawah menggelar Rakerda di Rumah Dinas Wakil Ketua DPRD dengan diikuti 90 peserta dari 25 klub voli. Bahas evaluasi 2025, rencana Pordezone 2026, persiapan Porprov hingga pelatihan pelatih bersertifikat.
MEMPAWAH – Pengurus Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kabupaten Mempawah menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) pada Sabtu malam (7/2/2026). Kegiatan yang berlangsung di Rumah Dinas Wakil Ketua DPRD Kabupaten Mempawah tersebut diikuti sekitar 90 peserta yang berasal dari 25 klub voli se-Kabupaten Mempawah.
Rakerda membahas evaluasi program kerja tahun 2025 sekaligus merumuskan rencana program pembinaan dan kompetisi untuk tahun 2026.
Ketua PBVSI Kabupaten Mempawah, Riduan M. Yusuf, mengatakan salah satu agenda utama tahun ini adalah pelaksanaan kejuaraan Pordezone yang akan digelar di tiga zona.
“Untuk Zona 1 dilaksanakan di Mempawah. Zona 2 ada beberapa opsi yakni Anjungan, Sungai Kunyit, atau Sungai Pinyuh. Sedangkan Zona 3 akan dilaksanakan di Desa Sungai Burung,” ujarnya.
Riduan menjelaskan, dari hasil evaluasi tahun sebelumnya terdapat sejumlah catatan penting, terutama terkait kepesertaan atlet. Pada 2026, peserta diwajibkan merupakan warga yang memiliki KTP Kabupaten Mempawah.
Selain itu, PBVSI juga akan mengakomodir kecamatan atau desa yang mengalami kekurangan pemain agar tetap bisa berpartisipasi.
“Kalau ada wilayah yang minim atlet, akan kami carikan solusi supaya mereka tetap bisa bermain di Pordezone. Tujuannya untuk pembinaan, karena bisa saja dari daerah yang minim peserta justru muncul bibit atlet voli potensial,” jelasnya.
Tak hanya fokus pada kompetisi, PBVSI Mempawah juga mulai mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang direncanakan berlangsung pada November mendatang.
Dalam rakerda tersebut turut dibahas penyusunan struktur tim, mulai dari manajer, asisten manajer, pelatih hingga official. Untuk memperkuat soliditas, pengurus akan kembali menggelar rapat lanjutan guna menyatukan persepsi.
“Khusus Porprov, official nantinya akan diberikan SK agar memiliki legalitas dan tanggung jawab yang jelas,” tambahnya.
Rakerda juga menyoroti pentingnya pemerataan pelatih bersertifikat di seluruh wilayah Kabupaten Mempawah. Sebagai tindak lanjut, PBVSI akan menggelar pelatihan kepelatihan.
“Minimal setiap kecamatan akan kami kirim tiga orang untuk mengikuti pelatihan pelatih. Kegiatannya gratis dan seluruh biaya ditanggung PBVSI Mempawah,” ungkap Riduan.
Dalam forum tersebut, Riduan yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Kabupaten Mempawah kembali mendapat kepercayaan untuk memimpin organisasi. Melalui rekomendasi klub-klub voli, ia ditunjuk secara aklamasi menakhodai PBVSI Kabupaten Mempawah untuk periode 2026–2030.
“Semoga dengan amanah ini, saya mampu melanjutkan program pembinaan, serta meningkatkan prestasi bola voli Mempawah di tingkat daerah maupun provinsi,” pungkasnya.


