Rumah semi permanen milik Kurnain di Desa Sungai Bakau Kecil, Mempawah Timur, ludes terbakar pada Minggu dini hari. Seluruh harta benda hangus, sementara penyebab kebakaran masih diselidiki.
MEMPAWAH – Sebuah rumah semi permanen milik Kurnain di Jalan Nelayan RT 06/RW 02, Desa Sungai Bakau Kecil, Kecamatan Mempawah Timur, ludes dilalap si jago merah pada Minggu (5/7/2026) sekitar pukul 04.30 WIB.
Kebakaran yang terjadi saat waktu subuh itu menghanguskan hampir seluruh bangunan beserta harta benda di dalamnya. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, meski kerugian ditaksir cukup besar.
Proses pemadaman melibatkan sejumlah armada dari Jaguar Fire, BPBD Kabupaten Mempawah, dan BPA-SP. Petugas berjibaku memadamkan kobaran api serta melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa. Berkat penanganan cepat tersebut, api berhasil dilokalisasi sehingga tidak merembet ke rumah-rumah warga lainnya.
Saat kejadian, Kurnain mengaku telah berangkat menuju Pasar Sungai Pinyuh sekitar pukul 04.30 WIB bersama istrinya untuk berjualan. Sementara di rumah masih ada dua anaknya yang duduk di bangku kelas V SD dan yang baru lulus TK, didampingi adik iparnya.
“Jam 4.30 pagi saya berangkat ke Pasar Pinyuh. Waktu itu belum ada apa-apa. Di perjalanan sebenarnya ada telepon masuk, tapi tidak saya angkat karena sedang berkendara,” ujar Kurnain.
Setibanya di pasar dan hendak membuka toko, ia mendapat kabar dari rekannya bahwa rumahnya terbakar.
“Begitu saya parkir, ada kawan yang memberi tahu kalau rumah saya terbakar. Saya langsung pulang, tapi sesampainya di rumah semuanya sudah habis. Tidak ada satu barang pun yang bisa diselamatkan,” katanya.
Menurut Kurnain, titik awal kebakaran diduga berasal dari kamar adik iparnya yang berada di bagian tengah rumah. Namun hingga kini penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui.
“Informasi dari adik ipar saya, tidak ada menyalakan lilin ataupun obat nyamuk. Jadi kami juga belum tahu apa penyebabnya,” ungkapnya.
Ia menjelaskan rumah yang ditempatinya merupakan bangunan semi permanen dengan beberapa bagian masih menggunakan material kayu, tripleks, dan papan sehingga api dengan cepat membesar.
“Kejadiannya sangat cepat, hanya dalam hitungan menit rumah sudah habis terbakar. Kemungkinan api cepat menjalar karena mengejar bagian dinding dan dek yang terbuat dari tripleks dan kayu,” tuturnya.
Selain menghanguskan bangunan rumah, kebakaran juga memusnahkan hampir seluruh harta benda milik keluarga, termasuk berbagai dokumen penting.
“Semua isi rumah habis, termasuk BPKB kendaraan dan kartu keluarga. Syukurnya masih ada beberapa surat penting seperti sertifikat rumah yang berhasil diselamatkan warga karena berada di lemari kamar saya,” jelasnya.
Pasca musibah tersebut, Kurnain mengaku kini tengah berupaya mencari rumah kontrakan di sekitar Desa Sungai Bakau Kecil agar kedua anaknya tetap dapat melanjutkan sekolah.
“Sementara kami akan mencari rumah kontrakan di sekitar sini karena anak-anak masih sekolah. Kalau kondisinya tidak memungkinkan, apalagi saat libur sekolah nanti, kemungkinan kami kembali dulu ke rumah keluarga di Kuala Mempawah,” pungkasnya.


