MEMPAWAH – Dalam rangka memperkuat kemampuan masyarakat dalam mengelola informasi secara cerdas dan bertanggung jawab, Pemerintah Kabupaten Mempawah melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) menggelar Bimbingan Teknis Literasi Informasi pada Rabu (4/6), bertempat di Aula Wisma Chandramidi, Mempawah.

Kegiatan bimtek ini diikuti oleh 63 peserta dari berbagai kecamatan dan akan berlangsung selama dua hari, 4–5 Juni 2025. Panitia menghadirkan sejumlah narasumber berpengalaman di bidangnya, antara lain Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Rudi, Kepala UPT Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Dwi Cahyo Prasetyo, dan Atika Nurlatifah Hanum, dosen Prodi Perpustakaan FKIP Universitas Tanjungpura.

Wakil Bupati Mempawah, Juli Suryadi, yang membuka kegiatan tersebut menekankan pentingnya literasi informasi sebagai bekal penting di era digital. Menurutnya, kemampuan memilah dan memahami informasi menjadi bagian vital dalam mendukung produktivitas individu dalam peran akademik maupun profesional.

“Literasi informasi bukan hanya tentang membaca, tetapi bagaimana kita mampu memahami, mengevaluasi, dan merespons informasi secara tepat. Ini sangat penting agar kita tidak hanya jadi penerima informasi, tapi juga pengguna informasi yang cerdas,” tegasnya.

Wabup juga menyoroti perlunya media pembelajaran yang mampu mendorong minat baca dan mengasah daya pikir masyarakat. Ia berharap melalui bimtek ini, peserta dapat lebih siap menghadapi arus informasi yang semakin deras.

Wabup mengajak peserta untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin dan memberikan apresiasi kepada panitia serta narasumber atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai sangat relevan dengan tantangan informasi saat ini.

“Kemudahan akses informasi harus diimbangi dengan kemampuan meresponsnya secara efektif. Budayakan mencari tahu, verifikasi, dan kritis terhadap setiap informasi yang diterima,” imbaunya.