SUI PINYUH – Di awal 2025 ini, jalan Jurusan Anjongan yang terletak di Desa Galang Kecamatan Sungai Pinyuh kembali tergenang air, sehingga mengganggu mobilitas warga yang menggunakan kendaraan baik roda empat maupun roda dua.

Padahal air sudah terlihat surut di akhir 2024, setelah sebelumnya sempat mengalami banjir setinggi 40 hingga 50 cm dan menyulitkan kendaraan melintas.

Berdasarkan pemantauan media ini, Kamis (16/1) siang, banyak kendaraan roda dua menggunakan jembatan darurat yang terbuat dari kayu di sisi kiri dan kanan jalan yang tergenang air. Kendaraan roda empat juga cukup kesulitan melintas di jalur ini.

Menurut Saiful, salah seorang warga yang mengarahkan jalur lintas kendaraan di kawasan tersebut, sebelumnya kondisi air sudah surut dan bisa dilewati kendaraan bermotor, namun beberapa hari terakhir, air kembali pasang dan menggenangi jalan.

“Tadi malam (Rabu) air mulai naik, dan pagi ini (Kamis) semakin tinggi air yang membanjiri jalan,” kata dia.

Saiful mengatakan, beberapa kendaraan bermotor yang nekat menerobos mengalami mogok. Padahal sarana jembatan darurat yang swadaya didirikan warga diperuntukkan agar kendaraan roda dua nyaman melintas.

“Padahal jalan darurat sudah ada, mungkin pengendara takut kita tetapkan tarif, padahal kita tidak pernah menetapkan, namun seikhlasnya saja,” jelasnya.

Bahkan lanjut Saiful, ada pengendara yang tidak memberikan biaya kepada mereka saat melintas. Hal tersebut tidak menjadi permasalahan bagi mereka.

“Selama pengendara ngomong terus terang tidak bisa memberi (uang), kita tidak masalah, tetap kita arahkan agak kendaraannya aman, tapi harus terus terang sampaikan ke kita,” tuturnya.

Dana yang didapatkan dari sumbangan pengendara, lanjutnya lagi, dipergunakan untuk memperbaiki jembatan darurat dan menambah fasilitas seperti lampu jalan.

“Kayu jembatan darurat yang rusak kita diganti, dan sekarang juga sudah ada lampu penerangan di satu sisi, agar membantu kendaraan mudah melintas di malam hari,” ujar dia.

Saiful berharap pemerintah segera mengatasi banjir dengan memperbaiki kondisi jalan tersebut. Agar mobilisasi warga dapat berjalan lancar.

“Jalur ini merupakan jalur utama, dan setiap hari ramai orang melintas. Semoga pemerintah segera memberikan solusi agar jalan tidak tergenang lagi,” harapnya.