MEMPAWAH – Pemerintah Kabupaten Mempawah melaporkan capaian signifikan dalam realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2024. Hingga akhir tahun, serapan anggaran mencapai 96,61 persen atau sebesar Rp 1,265 triliun dari total anggaran yang ditetapkan Rp 1,309 triliun.

Penyampaian itu disampaikan Wakil Bupati Mempawah, Juli Suryadi Burdadi, dalam agenda Rapat Paripurna DPRD terkait penjelasan atas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2024, yang digelar di Ruang Sidang DPRD Mempawah, Kamis (10/7).

Rapat dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD, Riduan HM Yusuf, dan dihadiri para anggota dewan, Sekretaris Daerah Ismail, serta sejumlah kepala perangkat daerah.

Dalam paparannya, Juli Suryadi menjelaskan pendapatan daerah pada tahun anggaran 2024 ditargetkan Rp 1,207 triliun dan terealisasi sebesar Rp 1,196 triliun atau 99,10 persen. Ia merinci bahwa pendapatan asli daerah (PAD) justru melampaui target, yakni mencapai Rp 147,446 miliar atau 110,97 persen dari target Rp 132,867 miliar.

“Pendapatan lainnya berasal dari pendapatan transfer sebesar Rp 1,032 triliun atau 97,76 persen dari target, serta pendapatan sah lainnya seperti dana kapitasi JKN, sebesar Rp 17,046 miliar atau 90,59 persen dari target,” jelasnya.

Sementara di sisi belanja daerah, realisasi mencapai Rp 1,265 triliun dari total anggaran Rp 1,309 triliun. Rinciannya terdiri dari belanja operasional sebesar Rp 837,348 miliar (95,85 persen), belanja modal Rp 291,575 miliar (97,98 persen), belanja tak terduga Rp 1,229 miliar (92,63 persen), dan belanja transfer Rp 134,893 miliar (98,52 persen).

Untuk belanja transfer, lanjut Juli, mencakup transfer bagi hasil, bantuan keuangan ke desa, Dana Desa (DD) serta Alokasi Dana Desa (ADD). “ADD tercatat sebesar Rp 64,818 miliar dan DD sebesar Rp 61,438 miliar,” tambahnya.

Namun demikian, APBD 2024 mencatat defisit sebesar Rp 68,539 miliar. Defisit ini, kata Juli, ditutupi melalui pembiayaan daerah yang bersumber dari Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) tahun sebelumnya.

“Penerimaan pembiayaan terealisasi sebesar Rp 102,147 miliar, sedangkan Silpa mencapai Rp 33,608 miliar. Silpa ini terdiri dari silpa terikat Rp 30,290 miliar dan silpa bebas Rp 3,318 miliar,” tutupnya.