Puskesmas Sungai Pinyuh menyediakan layanan oksigen gratis bagi warga terdampak kabut asap karhutla disertai pemeriksaan dan edukasi kesehatan.
SUNGAI PINYUH – Masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan akibat kabut asap karhutla di wilayah Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, kini dapat memperoleh layanan oksigen secara gratis di UPT Puskesmas Rawat Inap Sungai Pinyuh.
Layanan tersebut disiapkan sebagai langkah tanggap kesehatan menyusul masih adanya dampak kabut asap di sejumlah wilayah. Warga yang mengalami keluhan seperti sesak napas atau gangguan pernapasan dapat datang ke Puskesmas untuk mendapatkan pemeriksaan dan terapi oksigen.
Puskesmas menyediakan oksigen melalui oksigen konsentrator maupun tabung oksigen. Pemberian terapi dilakukan dengan pemantauan tenaga kesehatan sesuai kondisi pasien.
Penanggung Jawab UPT Puskesmas Rawat Inap Sungai Pinyuh, Afrizal, SKM, mengatakan fasilitas tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kabut asap.
“Kami ingin memastikan masyarakat yang terdampak kabut asap mendapatkan akses pertolongan dan pelayanan kesehatan yang cepat. Jika mengalami keluhan seperti sesak napas atau gangguan pernapasan, jangan ragu untuk datang dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan,” ujar Afrizal.
Tidak hanya memberikan terapi oksigen, petugas kesehatan juga melakukan pemantauan kondisi pasien serta memberikan edukasi dan konseling mengenai dampak paparan asap. Masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai penggunaan oksigen di rumah secara tepat dan aman.
Afrizal mengingatkan warga agar tidak menganggap ringan gejala gangguan pernapasan selama kualitas udara masih terdampak kabut asap.
“Jangan menunggu kondisi semakin berat. Segera konsultasikan kepada tenaga kesehatan apabila mengalami sesak napas atau keluhan lainnya akibat paparan asap,” katanya.
Melalui layanan oksigen gratis ini, Puskesmas Sungai Pinyuh berharap masyarakat dapat memperoleh pertolongan lebih cepat sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kesehatan akibat paparan asap karhutla.
“Kami juga mengajak masyarakat bersama-sama menjaga kesehatan, dan mengurangi risiko dampak kabut asap selama kondisi udara belum kembali normal,” tutupnya.


