Fraksi PDIP menegaskan pentingnya program penciptaan lapangan kerja dalam APBD 2026 untuk menekan pengangguran dan menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Mempawah.
MEMPAWAH – Fraksi PDI Perjuangan kembali menekankan pentingnya komitmen pemerintah daerah dalam mengoptimalkan program penciptaan lapangan kerja pada APBD Kabupaten Mempawah Tahun Anggaran 2026. Menurut PDIP, kebutuhan ekonomi masyarakat yang terus meningkat harus diimbangi dengan peluang kerja yang nyata dan terukur.
Anggota Fraksi PDIP, Ahmadi, mengatakan bahwa penciptaan lapangan kerja tidak boleh dipandang sebagai program sampingan, melainkan sebagai fokus utama dalam penguatan ekonomi daerah.
“Pemerintah daerah harus lebih serius dalam menghadirkan kesempatan kerja baru. Ini penting untuk menekan angka pengangguran yang masih menjadi persoalan di Mempawah,” tegas Ahmadi.
Ahmadi menjelaskan, penciptaan lapangan kerja menjadi salah satu strategi efektif dalam menurunkan angka kemiskinan. Dengan semakin banyak masyarakat yang bekerja, kemampuan ekonomi rumah tangga akan ikut terdongkrak.
“Ketika masyarakat memiliki pekerjaan dan penghasilan tetap, penurunan kemiskinan dapat dicapai lebih terukur. Karena itu, APBD 2026 harus mengakomodasi kebijakan penciptaan kerja secara komprehensif dan berkelanjutan,” tambahnya.
Fraksi PDIP juga mendorong pemerintah daerah memperluas kemitraan dengan dunia usaha, industri kreatif, serta UMKM. Kolaborasi lintas sektor dinilai mampu membuka peluang kerja baru dan meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal.
Selain itu, program pelatihan dan peningkatan keterampilan (upskilling dan reskilling) harus menjadi bagian dari kebijakan penciptaan lapangan kerja agar masyarakat Mempawah siap menghadapi dinamika ekonomi.
Fraksi PDIP menegaskan bahwa APBD tidak boleh hanya berfungsi sebagai dokumen anggaran, tetapi harus memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
“Yang terpenting adalah bagaimana APBD 2026 benar-benar menjadi instrumen untuk meningkatkan kualitas hidup warga,” tutup Ahmadi.


