Edi Cingkong minta pengawasan ketat program MBG di Mempawah agar sesuai SOP, aman dikonsumsi, dan bermanfaat bagi anak-anak penerima manfaat.
MEMPAWAH – Anggota DPRD Kabupaten Mempawah, Edi Cingkong, menegaskan pentingnya pengawasan yang lebih ketat terhadap pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya. Ia mengingatkan agar kasus-kasus seperti insiden keracunan di daerah lain tidak terjadi di Mempawah.
Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Mempawah itu menilai, program MBG sejatinya memiliki tujuan mulia untuk meningkatkan gizi anak-anak sekolah. Namun, pelaksanaannya tetap harus dikontrol dengan disiplin dan memenuhi standar operasional prosedur (SOP) agar tidak menimbulkan risiko kesehatan.
“Kami mengharapkan pengawasan program MBG di Kabupaten Mempawah dilakukan lebih ketat. Harus ada penerapan standar dan SOP yang jelas, evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaannya, serta koordinasi yang baik antara dinas terkait dan pengelola dapur MBG,” ujar Edi Cingkong, Rabu (9/10).
Ia menegaskan, keselamatan dan kesehatan anak-anak penerima manfaat harus menjadi prioritas utama. Pemerintah daerah bersama instansi terkait diminta memastikan setiap makanan yang disajikan aman, bergizi, dan sesuai standar kualitas.
“Kita belajar dari pengalaman di daerah lain. Jangan sampai program Presiden Prabowo-Gibran yang niatnya baik justru menimbulkan masalah. MBG harus berjalan dengan baik dan benar-benar memberi manfaat bagi anak-anak yang merupakan generasi penerus bangsa” tegasnya.
Edi juga mendorong agar dilakukan evaluasi rutin dan pengawasan berlapis untuk menjaga mutu pelaksanaan program MBG.
“Semoga koordinasi lintas sektor dapat memperkuat pengendalian, dan memastikan program ini benar-benar mendukung peningkatan gizi anak-anak di Kabupaten Mempawah,” pungkasnya.


