Ketua TP PKK Kalbar Erlina Norsan mengingatkan orang tua agar tidak membandingkan tumbuh kembang anak, karena setiap anak memiliki ritme berbeda.
PONTIANAK – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kalimantan Barat, Hj. Erlina Norsan, mengingatkan para orang tua untuk lebih memahami bahwa setiap anak memiliki ritme pertumbuhan dan perkembangan yang berbeda-beda.
Menurutnya, tidak ada anak yang sama satu dengan lainnya. Setiap anak tumbuh dengan keunikan dan kemampuan masing-masing, sehingga tidak adil jika orang tua terus membandingkan kemajuan anak mereka dengan anak lain.
“Ada anak yang cepat bicara, ada yang lebih dulu berjalan, dan ada yang lambat tapi punya kemampuan luar biasa di bidang lain. Semua itu normal. Orang tua hanya perlu mendampingi dan memberi stimulasi yang sesuai,” ungkap Erlina di Sekretariat PKK Kalbar, Jumat (9/10).
Erlina menyoroti bahwa kebiasaan membandingkan anak dapat berdampak negatif terhadap psikologis anak maupun orang tuanya. Anak bisa merasa kurang percaya diri, sementara orang tua mudah merasa cemas atau kecewa.
“Yang penting bukan siapa yang lebih cepat berkembang, tapi bagaimana kita memastikan kebutuhan dasar anak terpenuhi: gizi, kasih sayang, stimulasi, dan lingkungan yang positif,” jelasnya.
Selain itu, Erlina mengimbau masyarakat untuk rutin melakukan pemantauan tumbuh kembang anak di posyandu atau fasilitas kesehatan. Langkah ini dinilainya penting agar potensi dan masalah perkembangan anak bisa diketahui lebih dini.
“PKK Kalbar akan terus mendorong edukasi keluarga agar lebih sadar akan pentingnya tumbuh kembang anak. Rumah yang penuh cinta akan melahirkan anak yang bahagia, kuat, dan berkarakter,” tutupnya.


