Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Mempawah meminta Pemkab mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pengembangan sektor unggulan guna menjaga program prioritas tetap berjalan di tengah efisiensi anggaran APBD 2026.

MEMPAWAH – Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Mempawah menilai optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi langkah penting yang harus dilakukan Pemerintah Kabupaten Mempawah untuk menjaga kesinambungan pembangunan di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak pada APBD Tahun Anggaran 2026.

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Mempawah, M. Rois, mengatakan realisasi PAD Tahun 2025 yang mencapai Rp179,701 miliar atau 97,23 persen dari target masih perlu menjadi bahan evaluasi. Pasalnya, capaian tersebut belum mampu menyentuh target penuh, bahkan lebih rendah dibandingkan beberapa tahun sebelumnya yang berhasil melampaui target PAD.

“Realisasi PAD tahun lalu memang cukup tinggi, tetapi belum mencapai 100 persen. Padahal pada tahun-tahun sebelumnya Kabupaten Mempawah mampu melampaui target PAD yang telah ditetapkan. Ini tentu menjadi perhatian agar ke depan dapat ditingkatkan kembali,” ujar Rois.

Menurutnya, penurunan pendapatan dan belanja daerah pada APBD 2026 sebagai dampak kebijakan efisiensi anggaran tidak boleh menghambat pelaksanaan program-program yang menjadi prioritas pemerintah daerah.

Ia menegaskan, pemerintah perlu memastikan setiap rupiah anggaran dimanfaatkan secara efektif sehingga pelayanan kepada masyarakat dan pembangunan tetap berjalan sesuai sasaran.

“Di tengah keterbatasan anggaran, program prioritas harus tetap terlaksana dengan baik. Pemerintah daerah perlu memastikan anggaran digunakan secara tepat sasaran dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Rois juga mendorong pemerintah daerah untuk lebih agresif menggali potensi sumber-sumber PAD baru dari berbagai sektor unggulan yang dimiliki Kabupaten Mempawah. Menurutnya, sektor pertanian, perikanan, perindustrian, perdagangan, hingga pariwisata masih memiliki peluang besar untuk meningkatkan penerimaan daerah.

“Optimalisasi PAD harus dilakukan melalui pengembangan potensi daerah, bukan dengan membebani masyarakat. Banyak sektor produktif yang bisa didorong agar mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap pendapatan daerah,” tegasnya.

Fraksi Gerindra berharap peningkatan PAD dapat memperkuat kapasitas fiskal daerah sehingga berbagai program pembangunan tetap dapat dilaksanakan meski menghadapi tantangan penyesuaian anggaran.

“Kami ingin pemerintah terus berinovasi dalam meningkatkan pendapatan daerah agar pembangunan tetap berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat semakin meningkat,” tutup Rois.