Anggota DPRD Mempawah Siskodoni menyoroti masih tingginya angka stunting. Ia dorong sinergi lintas lembaga dan dukung program MBG untuk menekan kasus gizi buruk.
MEMPAWAH – Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Mempawah, Siskodoni, menyoroti masih tingginya angka stunting di wilayahnya. Berdasarkan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM) per 3 Maret 2025, terdapat 1.392 balita atau 7,06 persen dari total 19.730 anak yang diukur mengalami stunting.
Selain itu, sebanyak 998 anak (6,49 persen) mengalami kondisi underweight dan 376 anak (2,44 persen) tergolong wasting. Menurutnya, data ini menggambarkan bahwa masalah gizi masih menjadi tantangan serius bagi Kabupaten Mempawah.
“Penanganan stunting harus dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi antar lembaga, karena ini menyangkut masa depan generasi kita,” ujar Siskodoni, legislator dari Fraksi PAN, Sabtu (18/10/2025).
Siskodoni menekankan pentingnya sinergi antara Pemerintah Kabupaten Mempawah dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, sebab penurunan angka stunting merupakan program prioritas nasional yang juga menjadi kewenangan pemerintah pusat.
Ia mendorong agar setiap perangkat daerah, mulai dari Dinas Kesehatan hingga Dinas Pendidikan, dapat saling berkoordinasi dalam menyusun langkah-langkah strategis dan berkelanjutan untuk menekan kasus stunting di Mempawah.
“Kami berharap penanganan stunting tidak berjalan sendiri-sendiri. Harus ada kolaborasi nyata lintas sektor agar hasilnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Siskodoni juga menyambut baik program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan oleh Presiden. Menurutnya, program ini dapat menjadi salah satu upaya nyata dalam menurunkan angka stunting, terutama dengan penerapan di tingkat sekolah dasar.
“Program MBG ini sangat baik karena menyasar anak-anak usia sekolah dasar. Menu yang disajikan benar-benar sehat dan bernutrisi, sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi sejak dini,” ujarnya.
Ia menilai, implementasi MBG akan memberikan dampak positif jangka panjang terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah, sekaligus menjadi langkah strategis untuk mencegah lahirnya generasi yang rentan stunting.
Siskodoni menegaskan, keberhasilan menekan angka stunting harus melibatkan seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah, sekolah, tenaga kesehatan, hingga masyarakat.
“Edukasi gizi, pola makan sehat, serta kebersamaan dalam pelaksanaan program seperti MBG akan mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten Mempawah,” tutupnya.


