ANJONGAN – Dalam balutan malam yang khusyuk dan semarak, suara lantunan ayat-ayat suci menggema di langit Kecamatan Anjongan. Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-36 tingkat Kabupaten Mempawah resmi dimulai, membawa pesan damai dan harapan bagi generasi yang Qur’ani.
Suasana pembukaan MTQ, Senin malam (26/5), tak hanya sekadar seremoni. Lebih dari itu, ia menjelma menjadi simbol kebangkitan spiritual dan kultural masyarakat. Lapangan utama Anjongan disulap menjadi panggung syiar, tempat para qari dan qariah terbaik dari seluruh penjuru Mempawah akan memperdengarkan bacaan suci mereka, memadukan keindahan suara dengan kedalaman makna.
“Alhamdulillah, puji syukur ke hadirat Allah SWT,” ucap Bupati Mempawah dalam sambutannya yang disambut dengan takbir dan tepuk tangan hadirin. Suaranya menggema lembut, namun penuh keyakinan.
“MTQ ini bukan hanya lomba membaca Al-Qur’an, tetapi usaha kita bersama untuk membumikan nilai-nilai Qur’ani dalam kehidupan bermasyarakat,” ungkapnya.
Pernyataan itu tak hanya retorika. Di tengah derasnya arus informasi dan tantangan globalisasi, MTQ menjadi ruang kontemplasi dan pendidikan karakter. Di sini, anak-anak muda bukan hanya berkompetisi, tapi juga belajar menjadikan Al-Qur’an sebagai panduan hidup, membangun pribadi yang religius, toleran, dan cinta damai.
Kecamatan Anjongan yang tahun ini menjadi tuan rumah pun bersolek. Warga menyambut para peserta dan tamu dengan hangat. Di sepanjang jalan, spanduk dan umbul-umbul bernuansa Islami menyemarakkan suasana. Para pelajar, tokoh agama, hingga ibu-ibu pengajian turun tangan demi suksesnya gelaran ini.
Bupati Mempawah juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat.
“Panitia, pemerintah kecamatan, tokoh agama, dan tokoh masyarakat, semua telah menunjukkan kerja sama luar biasa. Semoga jerih payah ini diganjar pahala oleh Allah SWT,” tuturnya.
Kepada para peserta MTQ, pesan moral pun disampaikan.
“Tampilkan kemampuan terbaik kalian, namun tetap junjung tinggi sportivitas. Niatkan semua ini sebagai bentuk ibadah,” ujarnya, seraya mengingatkan bahwa para juara dari ajang ini akan mewakili Kabupaten Mempawah dalam MTQ Provinsi Kalimantan Barat ke-33 di Kapuas Hulu, September mendatang.
Lebih dari perlombaan, MTQ ini menjadi ruang persaudaraan. Ada ukhuwah yang tumbuh, semangat yang dibagikan, dan cita-cita bersama untuk membentuk masyarakat Qur’ani.
Dan malam itu, di bawah cahaya lampu dan doa yang dipanjatkan, Mempawah kembali mengukir jejaknya dalam tradisi panjang mencintai Al-Qur’an.
“Marilah kita dukung generasi muda Qur’ani sebagai harapan masa depan,” seru Bupati di akhir pidatonya, sebelum secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an ke-36.


