MEMPAWAH – Insiden mengenaskan menimpa seorang pendeta sekaligus ASN di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mempawah, Suryanto. Ia mengalami luka parah di bagian bibir akibat tersangkut benang layangan saat melintas dengan sepeda motor di jalan jurusan Anjongan-Kecurit, pada Senin (28/7) sekitar pukul 17.00 WIB.

Kejadian bermula saat Suryanto, yang juga menjabat di Bidang Kristen Kemenag Mempawah, tengah mengendarai motor dan harus berhenti karena ada kendaraan di depannya. Tanpa disadari, sebuah benang layangan melintang di jalan dan mengenai bagian bibirnya. Meski saat itu ia menggunakan helm, benang tetap mampu menembus dan merobek bibirnya cukup dalam.

“Posisinya saya sedang berhenti, lalu tiba-tiba terasa seperti ditarik di bagian mulut. Saya kaget ternyata benang layangan. Untung tidak kena leher, mungkin bisa mati. Karena kena di bibir saja lukanya dalam sekali,” ujar Suryanto saat ditemui usai mendapatkan perawatan.

Pasca insiden, Suryanto berusaha mencari pelaku yang bermain layangan di sekitar lokasi. Ia menemukan tiga orang anak muda tengah bermain layangan dan langsung memberikan teguran agar bertanggung jawab. Namun, mereka membantah bahwa benang tersebut milik mereka.

Merasa tak kuasa berdebat, Suryanto yang juga Pendeta di Gereja Takong itu langsung melanjutkan perjalanan untuk mencari pertolongan medis. Ia sempat ke praktek dokter terdekat, namun karena keterbatasan alat, dirinya kemudian dibawa ke Puskesmas Sungai Pinyuh dengan bantuan seorang pegawai PT Antam yang kebetulan juga berada di lokasi.

Dari Puskesmas, Suryanto kemudian dirujuk ke RSUD Rubini Mempawah setelah dokter menilai luka di bibirnya cukup parah dan membutuhkan tindakan operasi. Namun, proses operasi terpaksa ditunda karena kadar gula darah Suryanto dalam kondisi tinggi.

Suryanto mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar melarang anak-anaknya bermain layangan sembarangan, apalagi di area jalan raya.

“Benang layangan bisa mengakibatkan luka separah ini. Saya harap ini jadi pelajaran untuk semua,” tegasnya.

Ia juga meminta pemerintah dan aparat penegak hukum lebih gencar melakukan razia layangan di area-area rawan, demi keselamatan pengendara dan masyarakat umum.

“Nyawa manusia jauh lebih berharga daripada kesenangan bermain layangan. Mohon pihak terkait jangan menunggu korban jiwa untuk bertindak,” tutupnya.