Segedong (Pena Mempawah) – Kediaman A. Rahman Lojeng (63), warga jalan Raya Parit Bugis, Desa Parit Bugis, RT 003 RW 001, Kecamatan Segedong, Kabupaten Mempawah dinilai kurang layak huni. Hal tersebut disampaikan Ketua Baznas Kabupaten Mempawah, ustaz Marzuki Kadri, saat diwawancarai awak media usai mengunjungi kediaman Lojeng, Jumat (25/10).
Oleh sebab itu, ustaz Marzuki mengatakan Baznas Kabupaten Mempawah akan memberikan bantuan perbaikan Rumah Tak Layak Huni (RTLH)
“Kita langsung memantau kondisi rumah milik pak Lojeng, dan memang rumahnya layak untuk direhab,” jelas dia.
Dia menjelaskan, kediaman Lojeng memenuhi kriteria karena rumah tersebut berdindingkan kayu dan beratap daun. Bagian lantai rumah hingga ke dapur juga dalam keadaan turun, dan MCK yang juga bangunannya tidak layak.
Marzuki melanjutkan, saat melaksanakan survey, selain memastikan kondisi rumah pihaknya juga mengecek persyaratan lainnya, seperti status kepemilikan lahan dan pekerjaan keseharian Lojeng.
“Status lahan milik pribadi, dan pak Lojeng juga pekerjaannya buruh tebas, jadi kalau ada pemilik kebun yang membutuhkan jasanya untuk menebas lahan, barulah dia bekerja. Kategori-kategori tersebut memastikan kediaman pak Lojeng layak untuk di bedah,” jelasnya.
Marzuki juga memastikan ke pihak Lojeng dalam kesanggupan membangun rumah dengan dana yang disediakan. Sebab dengan biaya sebesar Rp 15 juta, diharapkan penerima bantuan dapat menyelesaikan membangun rumah yang baru. Sehingga segala sesuatu harus dipertimbangkan oleh pemilik rumah dalam proses pembangunannya. Namun berdasarkan pernyataan Lojeng dan keluarga, kata Marzuki, mereka sanggup untuk membangun dengan dana yang disediakan.
“Makanya kita berdiskusi langsung kepada penerima bantuan, apakah mereka sanggup atau tidak. Sebab sudah menjadi aturan rumah tersebut harus jadi sesuai dana yang disediakan,” tegasnya.
Dalam pelaksanaan survey ini, Marzuki juga berkoordinasi mengenai sistem pembangunan. Dimana nantinya rumah yang dibangun akan dilakukan di sebelah rumah yang lama, karena melihat luasan lahan milik Lojeng yang cukup luas. Selain itu, untuk memobilisasi bahan bangunan, Lojeng nantinya akan dibantu anaknya. Mengingat jarak antara jalan besar dan rumah cukup jauh sekitar 300 meter.
“Kalau mau di roboh rumah yang sekarang, pak Lojeng masih bingung mau tinggal dimana. Jadi kalau dibuat ukuran 4 x 6 meter bisa terbangun di sebelah rumah yang sekarang ini, karena tanahnya cukup luas. Nantinya pak Lojeng juga akan dibantu anaknya untuk melangsir bahan bangunan,” tutur dia.


