SUI PINYUH – Satu unit kios di Komplek Pasar Delima, Jalan Pancasila, Sungai Pinyuh terbakar, Rabu (26/3) pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Kejadian yang terjadi di Kios nomor 12 tersebut membuat warga sekitaran pasar, baik yang berjualan maupun berbelanja panik. Mereka bahu membahu memadamkan api agar tidak menjalar ke bangunan lainnya.
Upaya warga yang juga dibantu oleh pemadam berhasil, sehingga hanya ruko milik Sumiati tersebut yang dilalap si jago merah.
Sumiati menceritakan, saat kejadian dirinya tidak berada di kios, karena sudah selesai membuka usaha yang dijalaninya yaitu menjual makanan dan minuman.
“Kios saya buka sekitar pukul setengah 2 dini hari, lalu tutup habis sholat subuh. Pedagang yang juga buka dari subuh biasa membeli makan dan minum disini,” ungkapnya.
Usai menutup tokonya, dia pun pulang untuk berbelanja keperluan kantin kue takjil. Hingga sampai dirumah dirinya baru tahu kalau kios miliknya terbakar.
“Baru satu menu selesai, sudah ada yang memberitahu kios terbakar. Saya langsung panik dan menuju lokasi kios,” ucapnya.
Sesampainya disana, Sumiati sudah mendapati kios yang sudah terbakar di bagian dalamnya. Dia beserta keluarga pun membersihkan dan memilih barang yang tidak hangus dilalap api.
“Untungnya bangunan beton dan api juga cepat diatasi oleh warga dan pemadam, sehingga tidak menyebar ke kios lainnya,” ujar dia.
Hj Fatimah, saksi mata yang juga berjualan di kios nomor 10 mengatakan kejadian kebakaran pagi itu membuat panik masyarakat yang berada di pasar. Pasalnya pada waktu tersebut, kondisi pasar masih ramai dengan orang yang berbelanja.
“Ada yang teriak dari jauh kalau melihat kepulan asap, lalu beberapa warga berinisiatif langsung berupaya memadamkan api,” katanya.
Respon cepat warga pun membuahkan hasil, api tidak sempat menyebar ke kios dan bangunan disekitarnya.
“Kalau lambat saja penanganannya, kemungkinan bisa kebakaran besar,” singkatnya.
Meskipun berada di dekat lokasi kebakaran, namun Fatimah mengaku tidak mengetahui penyebab pasti timbulnya api. Karena meskipun Sumiati berjualan menggunakan kompor sebagai alat masak, namun selang waktu kejadian dengan tutupnya kios yang terbakar terpaut jauh.
“Kalaulah Sumiati lupa matikan kompor, pasti kejadiannya subuh atau pagi-pagi sekali. Inikan pukul 09.00 WIB baru kebakaran. Jadi sepertinya saya rasa karena arus pendek listrik,” pungkas dia.


