Fraksi PAN DPRD Mempawah mendorong efisiensi belanja daerah dalam perubahan APBD 2025 agar memberi dampak nyata bagi masyarakat.
MEMPAWAH – Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Kabupaten Mempawah menyampaikan pandangan umum atas Raperda Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta Nota Keuangan Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna, Rabu (10/9/2025).
Juru bicara Fraksi PAN, Muhammad Guntur, S.IP, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang telah menyusun perubahan APBD sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, termasuk PP Nomor 12 Tahun 2019, Permendagri Nomor 77 Tahun 2020, dan Permendagri Nomor 15 Tahun 2024.
“Perubahan anggaran harus mencerminkan kemauan politik dan kesungguhan dalam menjalankan pembangunan yang berdampak nyata bagi masyarakat,” ungkap Guntur.
Fraksi PAN juga menyoroti langkah efisiensi belanja daerah menyusul Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 dan Surat Edaran Mendagri Nomor 900/833/S. Pemerintah daerah diketahui telah melakukan penghematan pada berbagai kegiatan seperti seremonial, kajian, studi banding, percetakan, publikasi, seminar, hingga perjalanan dinas.
Meski demikian, Fraksi PAN menegaskan bahwa efisiensi jangan hanya menyasar kegiatan formalistik, tetapi juga menyentuh struktur belanja lebih besar agar tercipta ruang fiskal signifikan untuk program prioritas, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur dasar, dan penguatan ekonomi rakyat.
“Fraksi PAN berharap perubahan APBD 2025 dapat dijalankan secara efektif dan efisien, sehingga mampu mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Mempawah,” ujarnya.
Selain itu, Fraksi PAN memberikan catatan terkait proporsi belanja aparatur yang dinilai masih terlalu besar dibanding pelayanan dasar. Pengawasan ketat terhadap pemangkasan perjalanan dinas serta transparansi pengalihan anggaran efisiensi ke program yang produktif juga menjadi sorotan.
“Efisiensi bukan sekadar pemotongan anggaran, tetapi bagaimana setiap rupiah APBD menghasilkan manfaat nyata. Harus ada pengukuran kinerja yang jelas dan evaluasi dampak bagi masyarakat,” tegas Guntur.


