MEMPAWAH – Siang itu, mentari menyengat halaman Mapolres Mempawah. Namun, hawa panas tak menyurutkan semangat para personel kepolisian yang sejak pukul 13.00 WIB sudah bersiap menyambut momen sakral: penyembelihan hewan kurban di Hari Raya Iduladha 1446 Hijriah.

Petugas berseragam sibuk mengangkat keranjang, mempersiapkan peralatan, dan mengatur jalannya acara. Di tengah mereka berdiri Kapolres AKBP Jonathan David Harianthono, menyapa satu per satu anggota dan memastikan semua berjalan lancar. Hari itu bukan sekadar Iduladha, tetapi hari untuk berbagi.

Di bawah rindang pohon dan atap tenda sederhana, para panitia kurban tampak cekatan. Mereka menyiapkan perlengkapan, memastikan proses berjalan lancar, dan tentu saja—menjaga kesakralan ibadah yang menjadi simbol pengorbanan dan ketaatan ini.

AKBP Jonathan David Harianthono, hadir langsung dan menyerahkan hewan kurban secara simbolis kepada panitia. Suasana terasa khidmat saat doa dipanjatkan oleh Ustadz Wandika. Beberapa warga tampak hadir menyaksikan, sebagian lainnya menunggu dengan harap.

“Ini bukan sekadar rutinitas tahunan,” ucap AKP Dodi D Supono, Kabag SDM Polres Mempawah.

Tahun ini, sebanyak lima ekor sapi berhasil dihimpun dari partisipasi personel. Tiga ekor disembelih di halaman Mapolres, satu di perumahan BTN Bhayangkara, dan satu lagi diberikan kepada LPI Bumi Sholawat yang diasuh Ustadz Nurul Huda.

Setelah proses pemotongan selesai, aroma daging segar memenuhi udara. Panitia kurban, dibantu para personel, mulai mengemas potongan-potongan daging ke dalam kantong-kantong plastik. Di balik tumpukan itu, terselip harapan: agar setiap paket membawa kebahagiaan bagi mereka yang menerima.

Daging kurban pun disalurkan langsung ke warga yang membutuhkan. Tidak semua penerima hadir di lokasi; beberapa bahkan didatangi langsung oleh personel Polres, sebuah upaya kecil yang memberi dampak besar.

“Iduladha mengingatkan kita akan kisah Nabi Ibrahim dan Ismail—tentang keikhlasan, ketundukan, dan kasih sayang yang tulus. Kami ingin semangat itu hadir juga dalam setiap potong daging yang kami bagikan,” tutur AKP Dodi sambil tersenyum.

Di balik hiruk-pikuk tugas kepolisian, ada sisi lain dari seragam cokelat itu: ketulusan dan kemanusiaan. Dan di hari kurban ini, Polres Mempawah membuktikan bahwa melayani masyarakat bukan hanya soal keamanan, tetapi juga tentang merangkul dan peduli.

Iduladha di Polres Mempawah bukan tentang berapa banyak yang disembelih, tapi tentang bagaimana pengorbanan itu menjadi jembatan antara yang punya dengan yang butuh. Di balik seragam, ada empati. Di balik prosedur, ada rasa kemanusiaan.

“Setiap tetes keringat dalam memotong, mengemas, dan membagikan daging kurban, adalah bagian dari rasa syukur kami kepada Allah SWT dan kepedulian terhadap sesama,” tutupnya.