MEMPAWAH – Ketua DPRD Mempawah, Safruddin Asra, menghadiri pembukaan perayaan Naik Dango ke-40 yang berlangsung di Kecamatan Sadaniang, Minggu (27/4). Dalam kesempatan itu, Safruddin menegaskan pentingnya menjaga dan melestarikan tradisi budaya Dayak yang menjadi bagian dari kekayaan kearifan lokal Kalimantan Barat.

“Naik Dango tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga sarana mempererat tali silaturahmi, kekompakan, dan persaudaraan antar masyarakat Dayak, bahkan dengan suku-suku lain,” ujarnya.

Safruddin menambahkan, Naik Dango merupakan salah satu peristiwa budaya eksotis yang selalu dinanti-nantikan oleh masyarakat Dayak setiap tahunnya. Kegiatan ini, menurutnya, menjadi wujud nyata dalam menjaga warisan budaya leluhur agar tetap lestari di tengah modernisasi zaman.

“Momentum pelaksanaan Naik Dango ke-40 di Sadaniang ini sangat tepat untuk memperkuat rasa persatuan, kesatuan, dan kebersamaan. Apalagi, acara ini juga menjadi ajang temu kangen masyarakat Dayak dari tiga kabupaten, yakni Mempawah, Landak, dan Kubu Raya, yang dulunya berada dalam wilayah teritorial Kabupaten Pontianak,” kata Safruddin.

Ia berharap, semangat menjaga dan merawat tradisi ini terus hidup di tengah masyarakat.

“Sehingga generasi mendatang tetap bisa mengenal dan menghargai identitas budaya mereka,” tukasnya.