MEMPAWAH – Bupati Mempawah, Dr. Hj. Erlina, SH, MH, menegaskan komitmennya terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik berbasis kepemimpinan yang inklusif dan berkelanjutan, usai meraih gelar doktor dengan disertasi bertema kepemimpinan transformasional hijau.
Dalam keterangannya, Dr. Erlina menyampaikan rasa syukur atas capaian akademiknya yang diraih di tengah kesibukan sebagai kepala daerah dan ibu rumah tangga. “Menjadi Bupati sekaligus mahasiswa program doktor tentu penuh tantangan. Tapi semua ini saya lakukan demi menambah ilmu yang bisa langsung saya terapkan untuk masyarakat Mempawah,” ungkapnya.
Disertasi yang diangkatnya berjudul Green Transformational Leadership dalam Peningkatan Green Employee Performance, membahas tentang gaya kepemimpinan pembaruan yang berorientasi pada pelayanan yang teduh, menyatu dengan masyarakat, dan selaras dengan prinsip keberlanjutan.
Lebih dari sekadar teori, konsep tersebut telah dijalankan dalam bentuk program unggulan Gema Bangun Desa, yang diluncurkan sejak 2024. Melalui program ini, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) turun langsung ke desa, memberikan pelayanan dasar secara terpadu dari pagi hingga sore hari.
“Kami tidak menunggu masyarakat datang ke kantor. Kami yang datang langsung. Ini bentuk nyata jemput bola untuk mempercepat pelayanan publik,” jelas Dr. Erlina. Ia menambahkan, pendekatan ini penting untuk meminimalkan beban warga desa yang harus menempuh jarak jauh ke pusat pemerintahan.
Program ini juga melibatkan pejabat lintas instansi, termasuk dari lembaga vertikal, guna memastikan pelayanan yang komprehensif. Namun, keterbatasan anggaran membuat pelaksanaan program ini untuk sementara dihentikan.
“Program ini memang membutuhkan dana besar, mulai dari operasional hingga bantuan untuk warga. Tapi kami tetap berharap bisa melanjutkannya karena manfaatnya sangat dirasakan masyarakat,” katanya.
Lebih dari itu, ia berharap gagasan dalam disertasinya bisa diadopsi kepala daerah lain. “Kepemimpinan bukan soal jabatan, tapi soal kehadiran dan pelayanan. Kalau kita turun langsung, masyarakat merasa dihargai. Itu inti dari pemerintahan yang manusiawi,” tutupnya.


