Camat Sadaniang menghadiri perpisahan KKS STAI Mempawah di Masjid Besar Nurul Yaqin meski hujan deras dan listrik padam, disambut haru masyarakat.

MEMPAWAH – Kegiatan penutupan Kuliah Kerja Sosial (KKS) mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Mempawah di Kecamatan Sadaniang berlangsung penuh keharuan, kemarin. Meski diguyur hujan deras disertai padamnya listrik, Camat Sadaniang, Muhammad Yusra, tetap hadir memenuhi undangan bersama istri tercinta.

Acara yang digelar di Masjid Besar Nurul Yaqin tersebut hanya mengandalkan lampu darurat. Kehadiran Camat Sadaniang dalam kondisi tersebut mendapat apresiasi dan sorotan positif dari para tokoh agama, pengurus masjid, dan masyarakat yang hadir.

Dosen pembimbing KKS, Maksum, menyampaikan rasa terima kasih dan rasa haru atas perhatian yang ditunjukkan pihak kecamatan.

“Kami berulang kali menyampaikan rasa terima kasih. Kehadiran Pak Camat di tengah cuaca buruk dan padamnya listrik adalah bentuk kepedulian luar biasa terhadap mahasiswa,” ungkapnya.

Dalam sambutannya, Muhammad Yusra mengapresiasi pengabdian mahasiswa selama 43 hari di Kecamatan Sadaniang. Ia berharap pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam memahami realitas masyarakat.

“Semoga pengalaman ini menjadi pendidikan berharga bagi para mahasiswa sebagai generasi penerus, agar lebih peka dan memahami kondisi masyarakat,” ujarnya.

Sebelum menutup sambutannya, Camat Muhammad Yusra menyampaikan permohonan maaf apabila selama keberadaan mahasiswa di wilayahnya terdapat sikap atau perkataan dari masyarakat yang kurang berkenan.

Ketua Masjid Besar Nurul Yaqin, Ismail, turut menyampaikan penghargaan kepada Camat Sadaniang atas kehadirannya di berbagai kegiatan masyarakat.

“Kami hormat dan salut kepada Pak Camat. Beliau selalu hadir dalam kegiatan warga, bahkan di tengah hujan lebat sekalipun,” tuturnya.

Acara perpisahan KKS ini juga dihadiri jajaran Pemerintah Desa Sekabuk, pengurus masjid, tokoh agama, serta masyarakat Kecamatan Sadaniang.